Survey Kepuasan Pengguna Lulusan


LAPORAN HASIL PENGUKURAN KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN  STT SOTERIA

Periode Penilaian: Lulusan Tahun 2021–2023 


Dalam rangka menjamin mutu luaran pendidikan dan memas kan relevansi profil lulusan "Pemimpin Sahabat" dengan kebutuhan dunia kerja/pelayanan (DUDIK), STT Soteria Purwokerto (STTSP) secara rutinn melaksanakan Tracer Study dan Survei Kepuasan Pengguna Lulusan. Laporan ini menyajikan hasil pelacakan dan evaluasi terhadap kinerja lulusan di lapangan. 

TUJUAN

Tujuan kegiatan tracer study dan survei kepuasan pengguna lulusan STTSP adalah untuk mengetahui tingkat serapan lulusan STTSP di dunia kerja maupun pelayanan, sehingga institusi dapat melihat relevansi lulusan dengan kebutuhan gereja, sinode, lembaga pelayanan, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna lulusan terhadap tujuh aspek kompetensi utama yang dimiliki lulusan, meliputi etika, keahlian bidang ilmu, kemampuan berbahasa asing, penggunaan teknologi informasi, kemampuan berkomunikasi, kerjasama, dan pengembangan diri. Melalui hasil evaluasi tersebut, STTSP juga memperoleh umpan balik (feedback) yang menjadi dasar dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan agar kualitas lulusan tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan pelayanan dan dunia kerja.

METODOLOGI SURVEI DAN TINGKAT PARTISIPASI

Populasi dan Sampel

Populasi dalam tracer study ini adalah lulusan Program Studi S-1 Teologi STTSP pada tiga tahun terakhir, yaitu lulusan tahun TS-3 (2021), TS-2 (2022), dan TS-1 (2023), dengan total populasi sebanyak 51 lulusan yang terdiri dari 17 lulusan tahun 2021, 18 lulusan tahun 2022, dan 16 lulusan tahun 2023.

Responden pengguna lulusan (T1) dalam survei ini adalah pimpinan instansi, gembala sidang, ketua yayasan, atau atasan langsung tempat lulusan bekerja maupun melayani. Pemilihan responden tersebut dilakukan untuk memperoleh penilaian yang objektif terhadap kompetensi dan kinerja lulusan STTSP di dunia kerja dan pelayanan.

Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan satu tahun setelah kelulusan melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan Google Forms. Tautan kuesioner dikirimkan secara langsung kepada pimpinan instansi, gereja, sinode, atau lembaga tempat lulusan bekerja dan melayani. Untuk menjaga validitas data, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) melakukan verifikasi dan validasi melalui wawancara acak via telepon kepada beberapa responden.

Instrumen yang digunakan dalam survei ini berupa kuesioner dengan skala Likert 1–4 yang terdiri atas kategori Sangat Baik, Baik, Cukup, dan Kurang. Penilaian dilakukan terhadap tujuh aspek kompetensi utama lulusan, yaitu etika, keahlian bidang ilmu, kemampuan berbahasa asing, penggunaan teknologi informasi, kemampuan berkomunikasi, kerjasama, dan pengembangan diri.

Tingkat Partisipasi Responden (Response Rate)

Dari total 51 lulusan yang dilacak, LPM berhasil memperoleh 40 respons kuesioner yang valid dari instansi atau pengguna lulusan. Dengan demikian, tingkat partisipasi responden dalam survei ini adalah sebesar:

Tingkat Partisipasi=4051×100%=78,43%\text{Tingkat Partisipasi} = \frac{40}{51} \times 100\% = 78{,}43\%

Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat partisipasi responden tergolong sangat representatif dan telah melampaui persyaratan minimal instrumen akreditasi, yaitu lebih dari 50%. Tingginya tingkat partisipasi ini menunjukkan adanya keterlibatan dan perhatian yang baik dari para pengguna lulusan terhadap pengembangan mutu pendidikan di STTSP.

Hasil tracer study kepuasan pengguna lulusan



Berdasarkan hasil tracer study dan evaluasi kepuasan pengguna lulusan terhadap 40 kuesioner valid yang dikembalikan, dapat disimpulkan bahwa tingkat serapan lulusan STTSP tergolong sangat tinggi dan tingkat kepuasan pengguna lulusan berada pada kategori sangat memuaskan. Hal ini terlihat dari tidak adanya pengguna lulusan yang memberikan penilaian “Kurang” (0%) pada seluruh aspek kompetensi yang dinilai. Temuan tersebut menunjukkan bahwa lulusan STTSP mampu memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pengguna lulusan baik dalam aspek akademik, karakter, maupun keterampilan pelayanan.

Kekuatan utama lulusan STTSP terletak pada aspek Keahlian pada Bidang Ilmu yang memperoleh penilaian “Sangat Baik” sebesar 87%, serta aspek Etika dan Pengembangan Diri yang masing-masing memperoleh penilaian “Sangat Baik” sebesar 80%. Hasil ini menunjukkan keberhasilan institusi dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi teologis yang kuat, integritas karakter yang baik, serta kemampuan pengembangan diri yang memadai dalam dunia pelayanan maupun masyarakat. Selain itu, aspek Kerjasama, Penggunaan Teknologi Informasi, dan Kemampuan Berkomunikasi juga memperoleh penilaian dominan pada kategori “Sangat Baik”, yang menandakan bahwa lulusan memiliki kemampuan adaptasi dan kolaborasi yang baik di lingkungan kerja dan pelayanan.

Meskipun hasil evaluasi menunjukkan capaian yang sangat baik, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) tetap mencermati adanya persentase penilaian pada kategori “Cukup” pada beberapa aspek, khususnya Kemampuan Berbahasa Asing sebesar 10%, Kemampuan Berkomunikasi sebesar 6%, dan Penggunaan Teknologi Informasi sebesar 4%. Temuan ini menjadi perhatian institusi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan.

Oleh karena itu, LPM merekomendasikan kepada pimpinan institusi dan program studi untuk melakukan revisi dan penguatan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan pelayanan dan perkembangan zaman. Tindak lanjut perbaikan yang direkomendasikan meliputi penambahan mata kuliah Literasi Digital untuk Pelayanan guna meningkatkan kompetensi teknologi informasi mahasiswa, pengembangan mata kuliah Life Skills Course untuk melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerjasama, serta peningkatan metode pembelajaran yang lebih aplikatif dan komunikatif pada mata kuliah Bahasa Asing. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kualitas lulusan STTSP dapat terus meningkat dan semakin relevan dengan kebutuhan gereja, masyarakat, dan dunia pelayanan masa kini.


Download laporan PDF